GADI-GADO
GADO-GADO
Nama Penulis : Desma Bella Sagita _ilmu tarbiyah dan keguruan_ UIN Raden Fatah Palembang
Dosen Pengampu : koja Iswanto, M.pd.
Definisi
Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan kuliner yang dipengaruhi oleh keberagaman budaya, etnis, sejarah panjang, dan perdagangan rempah-rempah salah satu hidangan yang mempresentasikan kekayaan tersebut adalah gado-gado. Sebagian besar menyebutkan bahwasanya gado-gado berasal dari Betawi yakni masyarakat asli Jakarta. Kata "gado" berarti makan tanpa nasi sementara "gado-gado" berarti makan yang dicampur-campur makna ini sejalan dengan filosofi "keberagaman yang menyatu menjadi satu rasa". Dalam satu piring gado-gado berisi sayuran rebus, kubis, tauge, bayam, mentimun, telur, tahu, tempe, krupuk, bawang goreng, lontong dan juga Saus Kacang.
Isi dalam sepiring hidangan gado-gado
Sayuran :Bayam rebus, tauge, kacang panjang, dan mentimun.
Protein :Tahu, tempe, dan telur rebus.
Karbohidrat : Lontong atau Nasi yang dipadatkan dibungkus daun pisang.
Saus kacang :Bumbu yang terdiri dari kacang tanah, cabai, gula merah, bawang putih, asam jawa, dan terkadang terasi, yang dihaluskan dengan tekstur yang cenderung agak encer.
Rasa :Gado-gado memiliki rasa yang unik, yaitu perpaduan gurih, manis, dan pedas dari bumbu kacangnya.
Penyajian :Bumbu kacang disiramkan di atas campuran sayuran, tahu, tempe, telur dan lontong.
Kesimpulan
Dengan bukti ditemukannya gado-gado yang memiliki hubungan kuat dengan budaya Betawi meskipun variasinya berkembang diberbagai daerah. Gado-gado juga memainkan peran sosial sebagai simbol keberagaman hal ini menegaskan bahwa gado-gado bukan hanya makanan, tetapi represtasi dari pluralitas budaya Indonesia.
DAFTAR PUSTAKA
Dewi, R. K. (2019). Kuliner Betawi: Sejarah dan Identitas Budaya. Jakarta: Pustaka Kebudayaan.
Museum Kebudayaan Betawi. (2021). Asal-usul gado-gado Betawi. Diakses dari https://museumbetawi.jakarta.go.id/kuliner/gado-gado
Komentar
Posting Komentar